• www.argajogja.co.nrwww.argajogja.co.nr

Tutorial SAP Mencari Berat Struktur Tiap Lantai

Dalam mencari Pasangan hidup beban gempa statik lateral, dibutuhkan data berat struktur pada tiap lantainya, akan lama sekali (alias sue banget) jika anda menghitung secara manual melalui excel, ada cara yang praktis yaitu dengan menggunakan Proram SAP yang mana akan secara otomatis SAP menghitung berat kolom dan balok yang ada pada setiap lantainya, ikuti Tutorial SAP berikut ini :

1. Pilih struktur lantai satu

Tutorial_SAP.jpg


2. pilih menu Assign – Assign to Group (lihat gambar)

Tutorial_SAP.jpg

3. Akan Tampil Kotak dialog seperti ini, lalu klik Add , ganti nama GROUP1 menjadi lantai1 – ok
Tutorial_SAP.jpg

4. Setelah itu, pilih struktur balok dan kolom lantai 2, bar kui terus ulangi langkah 2 sampai 3 untuk lantai-lantai yang lain

5. Lalu pilih menu file – export – Sap 2000 ms Excel Spreadsheet (maksute filenya di export ke excel gitu loh..), maka akan tampil seperti gambar dibawah ini, lalu aktifkan cek list pada Group 3 Masses and Weight

Tutorial_SAP.jpg

6. Nek kowe banar, akan tampil tampilan seperti di bawah ini, beratnya sing tak bunderi pake warna merah, he3….

Tutorial_SAP.jpg

Selesai deh… selamat mencoba…
O iyo , Hampir lali, disini juga ada tutorial-tutorial yang lain seperti cara menghitung tulangan balok dengan SAP, merubah peraturan di SAP menjadi SNI, Menambahkan diameter tulangan pada SAP, dan lain-lain

Share

Related Post Category:

Related Post Tag:

14 Comments

  1. mas…

    saya mau tanya..apakah sap2000 bisa juga menunjukkan kordinat ttk berat sb-x dan sb-y nya…jg koordinat x dan y untuk kekakuan lantainya

    maturnuwun

  2. mas

    lali..kalo bisa gimana step stepnya pertanyaan sy tsb diatas

    thanks

  3. @Monk_tono: sepertinya bisa tp ku belum tau caranya, he3x, yg pernah nyoba pada program etab, titik berat terlihat karena ada garis bantunya ketika memasukan contraint diafragma, kemudian bisa dilihat koordinatnya, tapi kl pada SAP belum pernah nyoba,mudah-mdah kl ada waktu bisa tak utek2 dulu SAPnya, kl dah ketemu langsung tak posting, tunggu aja tutorialnya, he3x..

  4. matur suwun mas, ancen blog iki sip tenan, markotop pokok’e
    ojo bosen2 ngeki’i gratisan hehehehe….

  5. saya ada beberapa pertanyaan mas mohon bantuannya..

    1. Apa yang dimaksud dengan Struktur Elastik penuh, Daktail Parsial, Daktail Penuh?? jika kita menghitung rumah 2 lantai apakah harus tetap menggangap Sturktur Daktail penuh dengan R 8.5 ato pie?
    2. Untuk mencari berat struktur tiap lantai, apakah setelah kita memasukkan beban2 yang bekerja atau hanya berat dari Sectionnya Saja..?
    3. Cara Menampilkan Momen Plat di SAP bagaimana?
    4. Untuk Mencari Diagpragma tiap lantai?
    5. Lebih Efesien dan Akurat mana jika kita menggunakan SAP ato ETABS? terakhir mas.. ALamat SMILE GROUP DIMANA YAK??
    maaf banyak tanya mas.. PISS:)

    @hanafhi: maaf lagi sempat bales soale agak dawa alias panjang jawabane, harus nuggu sampe mood dulu, he3x, ok langsung tak jawab, :
    1. seperti yang telah djelaskan di peraturan gempa, yg namanya daktilitas adalah kemampuan struktur gedung untuk mengalami simpangan pasca-elastik yg besar secara berulangkali dan bolak-balik akibat gempa yg menyebabkan pelelehan pertama sambil mempertahankan dan kekakuan yg cukup, sehingga struktur gedung tersebut tetap berdiri walaupun sudah berada dalam kondisi diambang keruntuhan

    maka yang namanya Struktur Elastik penuh adalah struktur yang harus direncanakan agar tetap berperilaku elastis saat terjadi gempa kuat dengan nilai faktor daktilitas sebesar 1. kemudian yang namanya daktilias penuh adalah suatu tingkat daktlitas struktur gedung yang mana strukturnya mampu mengalami simpangan pasca elastik pada saat mencapai kondisi diambang keruntuhan yang paling besar, diambil faktor daktilitas sebesar 5,3
    daktilitas parsial adalah jika seluruh tingkat daktilitas struktur gedung dengan nilai faktor daktilitas diantara untuk struktur gedung yang elasik penuh sebesar 1 dan untuk gedung yang daktilitas penuh sebesar 5,3

    lalu yang namanya faktor daktilitas itu sendiri adalah rasia antar simpangan maksimum struktur gedung pada saat mencapai kondisi diambang keruntuhan dan simpangan struktur gedung pada saat terjadinya pelelehan pertama didalam struktur gedung tersebut. piye? wis donk? baca wae peraturan gempa SNI disana ada

    kemudian tentang R 8,5 itu kan tergantung material strukturnya, beton atau baja? pemikul momen khusus atau biasa? coba di baca aja peraturan gempa, disana ada semua..

    2. mencarinya beratnya bisa diawal tidak harus dengan beban yang bekerja, karena yang dihitung berat section (balok kolom) juga pelat+dinding , pelat+dinding dihitung manual kecuali memang sudah dimodelkan di SAP atau ETABs

    3. klik menu display > show forces/streses > shells

    4 untuk diapragma, bisa melauli menu asign > joint > restraint , sebelumnya pilha dulu seluruh joint tiap lantai masing2

    5. wah untuk keakuratan saya kurang tahu, belum pernah me-riset-nya, di riset aja sendiri… sekalian latihan biar terbiasa, he3x

    6. untuk alamat smile ada di blogargajogja.com di side bar kanan bagian iklan atau buka aja http://www.smilejogja.com

    wis ya.. saya kira wis cukup jawaban saya, mohon maaf kalo ada kekurangan karena keterbatasan ilmu dari saya, ok? terus belajar… sip…

  6. wah saya minta maaf mas jadi merepotkan, saya ga ngira jawabannya sebanyak itu.. kata orang jawi dadi pekewoh 🙂 tapi saya sangat berterima kasih banyak atas kesempatan untuk menjawab..

    ada sedikit pertanyaan lagi mas..

    bagaimana caranya kita mencari berat struktur tapi hanya separuh dari lantai 1 dan separuh lantai 2.. apakah kolom2nya kita pecah dengan divide frame atau ada cara lain mas?? Semoga tidak keberatan menjawab, matur sembah nuwun mas..

    @hanafi: maksud separuh, separuh apanya? sparuh kolom atau luas lantai? kl yg dimaksd sparuh kolom berarti kolomnya di divide seperti yang hanafi sebtkan diatas, tapi kl yng dimaksuh separuh luas lantainya ya tinggal dipilih saja frame-frame yang berada disparo luasn yang mau dicari beratnya, begitu kira2…

  7. Assalamualaikum. Wrb..permisi mas Arga sya copy tutornya..Terima kasih

  8. @wawan: wa’alaikumusalam warahmatullahi wabarokatuh, monggo, silahkan…

  9. mas saya mau tanya. bagaimana cara memasukkan nilai simpangan gedung secara manual. jadi saya menentukan simpangannya sendiri. kemudian saya mau melihat momen akibat simpangan tersebut. terimakasih banyak mas arga. suksess selalu yaa mas

  10. mas saya mau tanya. bagaimana cara memasukkan nilai simpangan gedung secara manual pada etabs 9.7.1. jadi saya menentukan simpangannya sendiri. kemudian saya mau melihat momen akibat simpangan tersebut. terimakasih banyak mas arga. suksess selalu yaa mas

  11. @prayogi: tinggal pilih joint, kemudian pilih menu asign, terus joint load kemudian pilih displacement, slengkapnya bisa lihat artikel terbaru http://blogargajogja.com/tutorial/tutorial-cara-memasukan-nilai-simpangan-atau-displacement-ke-program-sap-2000.html thanks

  12. mas smean kok pinter seh…
    suwun ilmune yo mas..aq soal e lagek blajar neh SAP..suwun ilmu gratisane

  13. mas mau tanya kalau tidak muncul table 3 mass and weight nya gmna ? cman muncul table group1 dan 2 di bawah group data, makasih

  14. mau tanya tolong nih 🙂 saya pakai sap2000 versi 14 mohon di jelaskan lebih detail dong pak,masih belum paham cara ng grup per lantai nya gak bisa2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *