Perhitungan Tulangan Pokok dan Geser Balok dengan SAP

By on November 7, 2008

Dalam mendesain strukturDownload Gratis Buku Struktur Beton. Read more ... », akan lebih cepat kalo anda menggunakan program SAP, baik untuk menghitung struktur kolom, struktur balok dan lain2, nah berikut ini tak ajari cara menghitung tulangan pokok dan geser balok menggunakan SAP : tinggal mak srut, jadi deh.. (masak hari gini masih manual, jadi ibarete anda itu wis punya mobil tapi masih pake unta, tidak… he3x…), moggo diperhatikan dengan seksama…

Perhitungan_Tulangan_Balok_dengan_SAP.jpg


a. Tulangan Pokok
- Tulangan perlu bagian atas A =1284,614 mm2
Digunakan : 5D19; A=5 x 283,64 mm2=1418,24 mm2 > 1284,614 mm2…. ok
- Tulangan perlu bagian bawah A = 617,439 mm2
Digunakan : 3D19 ; A = 3 x 283,64 mm2=850,9 mm2 > 617,439 mm2 …..ok

b. Tulangan Geser
Av/s perlu = 0,395 mm2/mm
Digunakan tulangan diameter 8 mm (Av = 100,57 mm2) dan diambil Jarak (s) : 150 mm
Av/s Aktual = 100,57/150= 0,67 mm2/mm > 0,395 mm2/mm …..ok
sehingga di pake P8-150

Begitulah cara menghitung tulangan pada balok.. ada pertanyaan? mudah-mudahan tidak ada, wis jelas koyo lampu las ning tengah alas, sok pribahasa ki, dong ra koe, mesti radonk.. podo karo aku berarti . he3x.. o iya disini juga ada tutorial Tutorial Cara Menyembunyikan View Cube pada 3Ds Max. Read more ... »-tutorial yang lain seperti merubah peraturan di SAP menjadi SNI, menghitung berat struktur tiap lantai dengan SAP dan lain-lain..
Moga2 bermanfaat..

Kata Kunci Artikel ini

perhitungan sloof,BALOK GANTUNG,sloof gantung,perhitungan tulangan balok,menghitung tulangan geser,perhitungan tulangan geser,konstruksi balok gantung

Popularity: 3% [?]

About blogarga

Share

59 Comments

  1. Made Pande

    May 31, 2010 at 11:51 am

    numpang tanya mas, kalo spasi penulangan sengkang di daerah kritis (sekitar tumpuan)kan jaraknya lebih rapat daripada di daerah lapangan ya? nah, kalo di program sap diberikan juga gak jarak spasi yang berbeda ini mas? kalo ada nilainya ada dimananya ya mas? atau kita harus menghitung sendiri secara manual? trims sanget mas. blognya sangat bagus dan membantu. :-)

  2. blogarga

    June 3, 2010 at 9:58 pm

    iya, daerah tumpuan lebih rapat, biasanya pake jarak 10 cm

  3. Monk_tono

    June 8, 2010 at 7:11 am

    mas…
    kalo penulangan geser di daerah intersection antara kolom dan balok bila mutu beton tidak sama, mis mutu beton balok K-250, mutu beton kolom K-400 bgm contoh perhitungannya.

    wakh ..saya banyak belajar dari blog argajogja ini
    isinya sangat berbobot dan bermanfaat bangets

    salam buar semuanya ..yahh
    matur nuwun
    thanks

  4. blogarga

    June 8, 2010 at 9:05 am

    salam juga… kalo kasusnya seperti diatas ya terpaksa model strukturnya dipisah dan otomatis hitungan balok sendiri dan kolom sendiri, tapi coba nanti kapan2 saya utek2 lagi SAP 2000 nya, mungkin saja bisa di gabung… Maturnuwun
    -Tim Argajogja-

  5. Monk_tono

    June 10, 2010 at 8:19 pm

    punten mas…

    dalam merencanakan struktur konstruksi, balok pondasi gantung/sloof gantung yang memikul beban dinding lantai dasar apakah ikut di analisa menjadi satu kesatuan utuh dalam running sap2000 itu ?

    atau kah sloof tsb di hitung manual biasa saja kemudian beban yg di pikul ujung2 sloof tsb selanjutnya di tambahkan ke beban pondasinya?

    matur nuwun

  6. blogarga

    June 12, 2010 at 4:17 pm

    itu biasanya tergantung dari konstruktornya, apakah sloofnya di asumsi sebgi struktur atukah tidak…,kl sebagai struktur berarti slofnya ikut digambar di SAP, kl tidak sbg struktur berarti tidak usah digambar di SAP, kl seperti kasus diatas itu sebg sloof struktur karn menggantg, biasya kl itu langsung sy gmbr di SAP

    kemudian mengenai hitungan slof berbeda dengan hitungn balok dikarnakan dibawah slof biasanya ada pondasi batu kali, sehingga beban dinding didistribusikan ke slof lalu kemudian ke pondasi batu kali,bukan pondsi ke sloof maka slof seperti ini buka di aggap sebagai sloof struktur, kl sdah dmasukan di SAP tdak udah dihitung manual

  7. Monk_tono

    June 13, 2010 at 4:49 pm

    mas team blogarga

    wahh…matur nuwun pisan penjelasane ya
    sampeyan wis bagi bagi elmune
    semoga team argajogja ini tambah dalem nimba elmune lagi
    biar kulo kulo enjinir enom kebagian elmune

    salam

  8. Monk_tono

    June 17, 2010 at 7:09 am

    mas team argadjogja

    maap, saya mau bertanya lagi jauh lebih dalam:

    - luas tulangan kolom dari hasil sap2000 tsb apakah merupakan hasil perhitungan kolom dengan beban biaxial bending (momen) pada ujung ujung kolom?
    - faktor perbesaran momen pd kolom / delta s / kapan saatnya diperhitungkan dan mengapa sampai diperhitungkan
    - tangga beton merupakan salah satu bagian konstruksi yang kaku dan berat, mengapa pd setiap contoh perhitungan sap selalu tidak diperhitungkan dalam perencanaan. / dihitung terpisah?
    mengapa tidak sekaligus saja di run menjadi satu kesatuan utuh struktur bangunan
    - terima kasih

  9. blogarga

    June 18, 2010 at 11:17 pm

    maaf baru sempat jawab..

    1. setahu saya iya
    2. untk delta s ini biasa diperhitungkan pada gedung yang lebih dari 10 tingkat, atau lebih dari 40 m, diperhitungkan karena gedung yang tinggi memiliki tingkat fleksibilitas yang tinggi.
    3. untuk tangga tdk dihitung satu kesatuan dikarenakn tangga bukan merupakan struktur inti seperti balok dan kolom, dan tangga memang tidak banyak bepengaruh kestruktur inti sehingga dipisah tapi sebenarnya itu kembali juga ke konstruktornya , kalo dia mau gabung ya monggo,, pisah juga silahkn, yg penting dia bisa mempertanggung jawabkan secara ilmiah mengani analisa yg ia lakukan..

    mungkin ini kira2 jwb yg bs kami sampaikn, smoga bisa membantu

  10. Monk_tono

    June 19, 2010 at 7:23 am

    mas team/argajogja,

    terima kasih atas semua jawaban dan penjelasannya
    wawasan saya sekarang menjadi lebih luas lagi nih

    maturnuwun

  11. Space heater

    September 17, 2010 at 3:32 am

    zauiphdhsimeetgvholv, space heater, qqEjwsO.

  12. dani

    October 4, 2010 at 6:07 pm

    salam kenal pakde arga jogja.
    Mohon bantuan, klo mo bikin slof gantung bentangan 6.5 mtr pake besi 12 mm begel pke 8mm gmna cra ngitungnya:
    -perlu berapa biji besi ( isi besi dalam begel )
    -begel ukuran berapa (ketebalan sloff)
    -jarak kerenggangan begel
    oiya skalia ukuran buat kolom penyangga bentangan slof tersebut, rencana mo bikin warung kecil2an. Maaf byk nanya.

  13. blogarga

    October 5, 2010 at 12:39 pm

    @dani: untuk menghitung jumlah besi dan jarak begel dawa alias panjang banget caranya, dan itu masih tergantung beban2 yang ada diatasnya, misal tinggi bata, atau beban apa saja yang ada diatasnya?, untuk tinggi sloof/tebal sof bisa dihitung dengan cara 1/12 L sampai 1/16 L, L = panjng bentang, misal panjng 12m, tinggal dikalikan aja, sya ambil yg 1/12, maka 1/12x12m = 1 m, jadi tebal/tinggi slof 1 m, nek panjang slofmu mu 6,5 , yo ID = itungen dewe.. he3x.. untuk B (lebar slof) biasanya separo tinggi/tebalnya, gitu..

  14. dani

    October 6, 2010 at 11:28 am

    matur suwun atas pencerahannya pakde, klo contoh picture kusen pintu utama nyarinya di web mana pakde, ato klo boleh kirimin gambare dunk……suwun

  15. blogarga

    October 7, 2010 at 12:40 pm

    @dani, wah nek itu gampang, tinggal ketik aja di search google.com he3x

  16. eddi

    October 21, 2010 at 8:03 am

    mas numpang tanya, saya mau tingkat rumah, luas 3 x 5m, di daerah saya cuma ada besi 10 mm, diatas cuma kamar, jadi tiang, balok gantung semuanya pake besi 10, jadi rangka besi balk gantung spt apa? thx sebelumnya

  17. blogarga

    October 22, 2010 at 5:32 am

    @eddi: apa bisa dikirimkan gambar ilustrasinya? maaf, sy kurang paham penjelasanya…

  18. windu

    November 15, 2010 at 10:36 pm

    Av/s perlu = 0,395 mm2/mm
    Digunakan tulangan diameter 8 mm (Av = 100,57 mm2) dan diambil Jarak (s) : 150 mm
    Av/s Aktual = 100,57/150= 0,67 mm2/mm > 0,395 mm2/mm …..ok
    sehingga di pake P8-150….

    yang mau saya tanyakan adalah :
    “Digunakan tulangan diameter 8 mm (Av = 100,57 mm2) ”
    dari mana datangnya (Av = 100, 57 mm2 ) mas???

    trims….

  19. blogarga

    November 16, 2010 at 11:06 am

    @windu: yakni luas dari tulangan diameter 8 dikali kan 2 karena sengkang diasumsi 2 kaki (pada umunya) thanks

  20. Hanafhi

    December 22, 2010 at 2:07 pm

    mas dap.. tanya sedikit boleh?? hee…yang saya tahu dari konco2 jika kita menghitung pelat lantai/atap di SAP ro ETABS kebanyakan pelat itu dianggap beban bukan struktur begitukah dap?? nah masalahe aku ra reti nek plat itu dianggap struktur cara analasis program itu gimana dan penulangan pie yo?? iso ra koyo awaka dewe mendesain tulangan kolom ro balok dari summary ne?? suwun lo mas dap..

    @hanafhi : ok langsung jawab wae,,

    1. boleh

    2. ya benar, plat sebagai beban, bukan strukur

    3. dari sap nanti diketahui momen platnya, setelah itu bisa dimasukan di perhitungan manual, sehingga didapat tulangannya, atau bisa saja penulangan pelatnya langsung di modelkan di SAP (lihat artikel sebelumnya cara memodelnya) terus nanti diketahui momen-momennya, begitu kiro2 dab…

  21. Hadi

    December 24, 2010 at 10:19 pm

    saya dari banjarmasin, salam kenal ya, nanya boleh ya ….apa sih gunanya minimum rebar ? bisa ga kita gunakan minimum rebar saja karena luas tulangan requered rebar terlalu besar ? buat penjelasannya saya ucapkan terima kasih

    @maydhi07: minimum itu luas tulangn pada balok yang mengalami moment terkecil, jadi ya hanya untuk informasi aja.., tetap yang kita pakai yang required (luasn tulangan yang dibutuhkan), begitu kira… maturnuwun

  22. Hadi

    December 25, 2010 at 10:29 pm

    Thanks ya penjelasannya … o iya nanya lagi ya maklum msh blajar, bentang 8 m kalo diitung 1/12 nya h baloknya jadi kira2 65 cm. trus ditengah bentang balok tersebut ada balok lagi yang bersilangan kearah memanjang “menumpu” balok yang h = 65 cm tadi, bisa ga dianggap 1 / 12 bentang tadi cuma di kalikan 4 M saja ( setengah bentang ) karna udah ada balok ” penumpu ” tadi jadi tinggi balok ( h ) nya cuman 35 cm aja.
    thanks ya buat pencerahaannya, oya arga bikin dong tutorial perhitungan struktur dari primary design , perhitungan pembebanan sampai analisis design pake SAP ntar kalo ada aku pesen satu…

    @hadi: thanks kembali, menurut sy gak bisa bentang 8m dianggap hanya 4m, balok 8 m adalah balok induk sedangkan yang menumpu ditengah blok 8 adalah balok anak, berbeda perilakunya. jadi tetp kita hitung 8 m, dan pada pemodelan SAP balok anak tersebut bisa dijadikan beban titik ditengah bentang balok 8 m, untuk tutorial SAP sudah ada videonya, tutorial interaktif SAP step by step , pada materi terakhir di ajarkan contoh kasus perencanaan beton dan baja sampai ke desain. silahkan kunjungi http://www.tutorialargajogja.co.nr , maturnuwun

  23. wen

    February 28, 2011 at 2:06 pm

    mas, mau tanya. kl menganalisa gudang yang terdiri dari konstruksi baja dan beton (kolom dan balok = beton, roofing = baja), menganalisax djadikan 1 ato sendiri-sendiri?
    kalo djadikan satu, bagaimana connect antara beton dan bajax? apakah sesuai default ato ada connect tersendiri?
    trimakasi…

  24. blogarga

    March 13, 2011 at 7:37 am

    @wen : bisa kok dijadikan satu.. sya pernah coba… cuma nanti pas desainnya perintahnya ada sendiri2, tapi bisa jadi satu dan connect otomatis

  25. TIka

    March 29, 2011 at 7:33 pm

    salam kenal mas,, saya mau nanya,, saya mau evaluasi suatu struktur gedung pake SAP2000,,, tapi baloknya O/S terhadap Geser, momennya tidak,,, bagaimana caranya memasukan tulangan geser ke SAP 2000 agar ikut dianalisis sama SAP…
    terima kasih banyak sebelunnya….

  26. blogarga

    March 30, 2011 at 7:40 am

    @Tika, setahu saya untuk tulangan geser tidak bisa dimasukan, tapi bisa dicari seperti cara diatas.., untuk tulangan geser yang O/S biasanya saya abaikan karena memang tidak sesuai dengan perhitungan manual, jadi untuk geser di hitung manual saja, atau bisa berdasarkan pengalaman yang ada, biasanya tulangan yg dipakai 8P – 100 untuk daerah tumpuan sedang untuk daerah lapangan 8P-150/200, atau bisa juga 10P – 100 untuk daerah tumpuan sedang untuk daerah lapangan 10P-150/200 tergantung ukuran balok kolom dan beban yg dipikul..

  27. TIka

    April 20, 2011 at 7:07 am

    maaf ney mas,,, mau nanya lagi. kalau O/S nya gara2 capacity ratio to maksudnya apa yah? apa dimensi atau tulangannya yang ga masuk…

  28. blogarga

    April 25, 2011 at 7:10 am

    @Tika: artinya over strength tegangan berlebih, dimensi harus diperbesar..

  29. didi sugiarto

    May 28, 2011 at 5:54 pm

    maaf pak, klo tutorial sap vs 14 buat gedung 5 lantai misalnya dr awal mpe slesai (termasuk beban gempa) ada gak y..

  30. blogarga

    May 31, 2011 at 8:15 pm

    @didi: wah belm ada, mudah-mudhn kedepnnya bisa dibuatkn, tq

  31. boedi

    July 25, 2011 at 1:03 pm

    dear mas arga, mau nanya (mungkin belum telat)
    1. dalam pemodelan struktur ada balok induk dan anak. balok anak menjadi beban terpusat buat balok induknya.dalam pemodelan sap 2000 nantinya, apakah balok anak tetap dibuat/dimodelkan?
    2. pelat lantai bukan struktur melainkan beban.
    misal saya punya rangka portal sederhana 3x4m2, tinggi kolom 3m, tebal plat 12cm. saya ingin menghitung tulangan kolom dan balok, apakah saya memasukkan/memodelkan pelat betonnya saja?tanpa harus memberikan beban segi3 dan trapesium ke beam (teori amplop).
    Demikian per?an saya. matur nuwun

  32. blogarga

    July 27, 2011 at 10:39 am

    @boedi: 1. tergantung konstruktornya, bisa saja dimodelkan, atau bisa juga nggk, kl nggak berarti balok anak sebg beban titik yg menumpu pada balok induk, kl menurut saya tetap dimasukan saja krn itu lebih mendekati kenyataan seperti yg ada di lapangan
    2. beban segtiga dan trapesium tetap dimasukan krn beban pelat ditumpu oleh balok dan balok ditumpu kolom, semuanya saling berkaitan, tq

  33. yamin

    October 3, 2011 at 10:51 pm

    saya mo bertanya mas,
    om saya berencana membuat gudang tanpa dinding dengan ukuran 8×24 m yang nanti diisi 5 mobil redimix (berat 1 mobil 10 ton). kolom yang digunkan rencananya baja WF 250 dengan jarak antar kolom 6 m. dibawah lantai mo di buat bak pak, dalamnya 1,3 m. kira-kira dimensi strukturnya (lantai, sloof, kolom pedestalnya) berapa ya mas???
    mohon pencerahannya ya mas, :)

  34. blogarga

    October 8, 2011 at 3:48 pm

    @Yamin: langsung kontak http://www.argajogja.co.nr atau http://www.jasasipilarsitek.co.cc , thanks

  35. yoga

    October 17, 2011 at 10:56 am

    mas ketok e perhitungan tulangan geser untuk tulangan diameter 8 keliru, bukan 100,57 mm2 tapi 50.24 mm2 (pix rxr = 3.14x4x4). Jadi untuk sengkang besi 8 bisa pakai jarak 120 mm.

  36. blogarga

    October 20, 2011 at 8:11 am

    @yoga: itu gak salah pakde.., itu memang dikalikan 2 karena asumsi sengkang 2 kaki, dan tiu yang umum digunakan dilapangan, yang satu kaki jarang digunakan… tq

  37. Dimas Hadi Akbar

    October 20, 2011 at 2:14 pm

    Selamat siang maz, senang sekali membaca artikel2 dari blogarga.

    gimana cara mengeluarkan Perhitungan Tulangan Pokok dan Geser Balok/Kolom dalam SAP seperti contoh gambar di atas itu maz?
    Apakah itu masuk ke bagian “Display – Show Tables” ?
    Ato masuk ke bagian “Design – Concrete Frame Design” ?
    Mohon pencerahannya maz blogarga :)
    Matur suwun, dan semoga sukses.

  38. blogarga

    October 21, 2011 at 10:04 am

    @dimaz: coba anda run, kemudian design, lalu klik kanan pada batang, lalu klik detail..

  39. wawan

    October 22, 2011 at 8:34 pm

    Mas Arga..,mau nanya mengenai sap 2000 tentang portal , setelah d run dan start design check of structure. 1.Apa maksud dari warna kolom ada yang merah dan juga biru muda ? 2.Setelah salah satu frame Kolom saya klik kanan kenapa capacity ratio out putnya ,bukannya longitudinal reinforcing ?
    3.Untuk keperluan Luas tulangan lentur pada kolom yang dibutuhkan apakah hasil out put dari As atau out put nilai dari Capacity ratio ? Mohon ya mas..pencerahannya saya masih awam mengenai sap 2000. Terima kasih..

  40. wawan

    October 24, 2011 at 7:00 pm

    Slamat malam Mas Arga..,mau nanya mengenai sap 2000 tentang portal , setelah d run dan start design check of structure. 1.Apa maksud dari warna kolom ada yang merah dan juga biru muda ? 2.Setelah salah satu frame Kolom saya klik kanan kenapa capacity ratio out putnya ,bukannya longitudinal reinforcing ?
    3.Untuk keperluan Luas tulangan lentur pada kolom yang dibutuhkan apakah hasil out put dari As atau out put nilai dari Capacity ratio ? Mohon ya mas..pencerahannya saya masih awam mengenai sap 2000. Terima kasih..

  41. blogarga

    October 27, 2011 at 10:10 am

    @wawan: lngsung tak jawab.., 1. warna itu menunjukan kekuatan atau tegangnnya, kalo biru boros, kalo merah bahya, yang bagus kuning atau ijo, 2. yang kamu run itu baja, bukan beton, kl beton baru keluar, 3. setahu sy dari As…. , begitu kira2.. mungkin para pembaca ada yang mau nambahi.. monggo…

  42. wawan

    November 4, 2011 at 2:05 am

    Terima kasih..mas..Arga ats pencerahannya…, mengenai jawaban anda yang pertama gimana solusinya supaya warna dari kolom tersebut bsa d ubah jadi kuning atau hijau..? mohon pencerahannya ya mas ..

  43. blogarga

    November 6, 2011 at 4:58 pm

    @wawan: untk baja bisa pake autoselect untk beton trial and error

  44. beny

    November 7, 2011 at 2:56 pm

    mas, mau tanya kalo mau output data seperti contoh mas diatas step2 nya gimana ya, btw ini SAP2000 kan?terima kasih banyak atas pencerahannya

  45. Junee

    November 8, 2011 at 11:19 am

    met siang mas Arga..
    sori nimbrung ya mas.. aku wong ekonomi bukan wong sipil atw arsitek tapi aku suka sekali sm desainmu. (soalnya kalo utk mengerti masalah istilah2 teknik yg disebutin kayaknya aku kudu belajar banyak dh).
    btw, kalo aku mau tanya ttg desain interior (utk rumahku dewe) apa bole?
    suwun 4 the reply..

  46. wawan

    November 8, 2011 at 8:33 pm

    Ok..mas thanks very much,, sya dah dapat _engineering judgement_

  47. blogarga

    November 11, 2011 at 7:22 am

    @beny:coba baca komentar sebelumnya, udah ada jawabnnya disn, tq

  48. blogarga

    November 11, 2011 at 7:23 am

    @junee: boleh.. silahkan..

  49. Ihsan

    November 12, 2011 at 7:38 pm

    Mas, bisa kasih tutorial analisa struktur ground tank ( misal 5x5x3m) dengan SAP2000 ngk? soalnya susah banget cari rujukannya di internet. Syukron.

  50. beny

    November 13, 2011 at 8:34 am

    matur nuwun mas, ngga kebaca klo sudah ada yg nanya :p

    ngomong2 ini desain balok bukan mas? knp tulangan atas lbh banyak drpada yg dibawah ya mas?

    kan lendutan adanya dibawah,bukannya harusnya jumlah batang tarik lebih banyak dibanding batang tekan?

  51. tikalorenza

    November 14, 2011 at 10:23 am

    Assalamualaikum.wrb. dan slamat pagi Mas Arga. mau nanya mas..(sap 2000 mengenai rangka jembatan). Apkh ukran pnampang profil bsa beda ,misal profil doblel angel = frme1. ukrnx 2L4x6 dan frme2. ukrnx 2L4x8 dngan dasar frme2 sy ubah ukuranx krna kpsitas rasio>1 ?
    Dan warnanya orange ,kapasitas rasio skitar 0.96 ,stlah sy klik detail frme tsbut pesanx tertulis section overstressed, apakah msih bisa d pake ukuran tersebut dgn dasar kapasitas rasio tidak lebih dari satu ?
    mas bisa gak masang profilx beda2 ,misal frem1 (dobel angel) dan frem2 (profil tee) ? Mohon pencerahanx ya mas. Trima kasih

  52. Ancha

    November 18, 2011 at 9:35 pm

    Selamat malam blogarga,,,kalo boleh tutorial perhitungan tulangan pokok dan bagi pada plat 1 dan 2 arah juga dibuatkan mas. Terima kasih

  53. blogarga

    December 5, 2011 at 2:23 pm

    @ihsan: coba nanti kalo sy udah bisa sy buatkan.., skrang belum bisae.., he3x..

  54. blogarga

    December 5, 2011 at 2:24 pm

    @beny: iya balok untuk daerah tumpuan, di daerah tumpuan kan atas lebih bnayk dari pada yg bawah, lihat stationnya..

  55. blogarga

    December 5, 2011 at 2:26 pm

    @tikalorenza: wa’alaikumusalam warahmatullahi wabarokatuh
    ok langsung tak jawab: pertanyaan 1 bisa beda, pertanyaan 2 : sebaiknya ganti yg lebih besar agar lebih aman…

  56. blogarga

    December 5, 2011 at 2:32 pm

    @ancha: usul yg bagus, mudah2 kedepanya bisa diusahakan..

  57. Tomy Herlambang

    May 15, 2012 at 12:10 am

    Dalam menggunakan pembesian menggunakan software SAP 2000 atau ETABS ada baiknya tetap digunakan metode redistribusi momen secara manual.

  58. alfan

    February 8, 2013 at 9:52 pm

    Digunakan tulangan diameter 8 mm (Av = 100,57 mm2) dan diambil Jarak (s) : 150 mm,
    Av = 100,57 itu maksud nya apa?

  59. blogarga

    February 12, 2013 at 10:28 am

    @alfan: 8 itu ukuran tulangan sengkang, Av=100,57 itu luas tulangan sengkang 2 kaki, 150 itu jarak antar sengkang. jika ingin lebih jelas mungkin bisa membeli tutorial SAP 2000 step by step kami, didalam materi desain beton diajarkan cara mencarinya… info lengkap buka http://www.tutorialargajogja.co.nr , sip maturnuwun..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

You might also likeclose