• www.argajogja.co.nrwww.argajogja.co.nr

Perencanaan Desain Gedung Walet 3 Lantai dengan ETABS

Kali ini tim Argajogja akan berbagi pengalaman mendesain gedung walet dengan ukuran 6×12 meter dengan jumlah tingkat 3 lantai menggunakan struktur beton. Bentang balok terpanjang 6 meter tanpa kolom ditengah sedangkan jarak antar portal 4 meter berjumlah 4 buah.

pemodelan gedung walet dengan etabs

pemodelan gedung walet dengan etabs

Terdapat lubang void 4×4 yang digunakan sebagai akses burung dari lantai 3 ke lantai dibawahnya. Dan dibawah void terdapat kolam yang digunakan untuk minum burung walet.

Perencanaan desain gedung walet ini agak berbeda dengan desain gedung pada umumnya. Perbedaanya terletak pada beban-beban yang diasumsikan masuk pada struktur.

Beban-beban pada gedung walet yang tidak ada pada gedung pada umumnya yaitu sirip kayu yang tempatkan diatas seperti plafon. Yang nanti digunakan burung walet membuat sarangnya. Sebenarnya beban sirip ini tidak jauh berbeda dengan beban plafon, maka bisa saja kita asumsikan dengan beban plafon.

sirip plafon pada gedung walet

sirip plafon pada gedung walet

Ingin tahu berapa besar beban-beban struktur sesuai pedoman perencanaan pembebanan Indonesia? Kumpulan Berat Sendiri Bahan Bangunan Komponen Gedung

Selain adanya sirip kayu, ketebalan dinding pada gedung walet ini juga lebih dibanding gedung biasa. Dinding luar pada gedung walet ini 2x dari dinding biasa. Hal ini dimaksudkan agar kelembapan udara di dalam gedung walet dapat terjaga sehingga burung walet mau menginap digedung yang sudah kita buat. Diharapkan dengan menginapnya burung walet , mereka akan membuat banyak membuat sarang, dari sarang inilah pemasukan demi pemasukan akan meningkat. Berikut nilai beban yang dimasukan kedalam program ETABS akibat dinding dan Atap

beban mati akibat dinding dan atap

beban mati akibat dinding dan atap

Pembebanan selain dinding ada beban akibat pelat, untuk pelat bisa langsung dimodel menggunakan objek area yang ada di etabs. Namun untuk beban-beban mati seperti keramik, tebal spesi, plafon, listrik dan lain perlu diinput manual, berikut nilainya.

beban mati pelat

beban mati pelat

Pada pelat juga terdapat beban hidup sebesar 250 kg/m2 untuk pelat lantai dan 100 kg/m2 untuk pelat atap. Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam peraturan pembebanan indonesia.

beban pelat akibat beban hidup

beban pelat akibat beban hidup

Ingin tahu cara menghitung beban-beban struktur diatas? kunjungi Video Tutorial Cara Menghitung Beban Struktur Mengacu pada PPURG 1987

Dengan adanya beban dinding yang 2x lipat dinding biasa, hal ini menuntut ukuran struktur baik kolom, balok dan pondasi juga harus menyesuaikan. Oleh karena perencanaan gedung walet ini jangan dilakukan sembarangan namun harus dihitung oleh ahli struktur agar gedung walet memenuhi standar keamanan.

Gedung walet ini direncanakan agar dapat menahan beban gempa. Oleh karena itu peraturan SNI terkait gempa juga diperlukan.

waktu-getar-alami

waktu-getar-alami

sesmic-loading

sesmic-loading

gempa respon spectrum

gempa respon spectrum

gempa time history

gempa time history

beban akibat gempa satik dan dinamik

beban akibat gempa satik dan dinamik

Nilai besarnya beban titik yang dimasukan kedalam model struktur akibat gempa tergantung dari Zone wilayah gempa yang ditentukan oleh peraturan. Berikut peta pembagian wilayah gempa di indonesia

pembagian wilayah gempa indonesia

pembagian wilayah gempa indonesia

deformasi akibat gempa

deformasi akibat gempa

Baca juga : Video Tutorial Perencanaan Gedung Dengan ETABS sesuai SNI

Untuk pengaturan faktor reduksi desain sesuai SNI seperti gambar berikut

faktor-reduksi-sesuai-SNI

faktor-reduksi-sesuai-SNI

Berikut nilai property material yaitu kekuatan beton dan baja tulangan

material-property

material-property

dan Berikut input profile beton ke dalam program ETABS

kolom-40x60

kolom-40×60

kolom-30x50

kolom-30×50

b30x50

b30x50

balok-30x40

balok-30×40

balok-35x60

balok-35×60

momen pada pelat

momen pada pelat

hasil desain etabs

hasil desain etabs

Dari hasil analisis dan desain didapatlah jumlah tulangan dan diameter tulangan yang akan digunakan.
1. Kolom lantai 1 40×60 dengan jumlah tulangan 16D22
2. Kolom lantai 2 40×60 dengan jumlah tulangan 16D22
3. Kolom lantai 3 30×50 dengan jumlah tulangan 14D22,
4. Balok lantai 1 arah x = 35×60 dengan jumlah tulangan tumpuan lapangan daerah tarik 8D22 dan desak 5 D22,tulangan torsi 4D19
5. Balok lantai 1 arah y = 30×40 dengan jumlah tulangan tumpuan lapangan daerah tarik 4D19 dan desak 4 D19
6. Balok lantai 2 arah x = 35×60 dengan jumlah tulangan tumpuan lapangan daerah tarik 8D22 dan desak 5 D22,tulangan torsi 4D19

Lalu bagaimana cara menghitung diameter dan tulangan pada ETABS? kunjungi Video Tutorial Step by Step Perencanaa Gedung dengan ETABS Sesuai SNI

7. Balok lantai 2 arah y = 30×40 dengan jumlah tulangan tumpuan lapangan daerah tarik 4D19 dan desak 4 D19
8. Balok lantai 3 arah x = 30×50 dengan jumlah tulangan tumpuan lapangan daerah tarik 6D22 dan desak 4 D22,tulangan torsi 2D19
9. Balok lantai 3 arah y =30×40 dengan jumlah tulangan tumpuan lapangan daerah tarik 4D19 dan desak 4 D19

Baca juga : Cara Menghitung Tulangan Torsi dengan SAP2000

Penentuan ukuran balok diatas berdasarkan dari panjang bentang, semakin bentang besar maka ukuran baloknyapun semakin besar. Demikian pula kolomnya, kolom pada lantai bawah tentu lebih besar dikarena beban yang dipikul diatas kolom tersebut juga semakin besar.

Baca juga : Cara membaca tulangan tumpuan dan geser pada balok

Untuk pelat lantai menggunakan ketebalan 120 mm untuk lantai dan 100 mm untuk pelat lantai. Dengan ukuran tulangan 10-200 mm

Baca juga : Video Tutorial Perencanaan Pelat dengan SAP2000

Dan berikut gambar strukturnya yang terdiri dari desain pondasi dan detail pondasi, kol

desain-pondasi-gedung-walet

desain-pondasi-gedung-walet

ukuran pondasi 2,3 x 2,3 meter dengan ketebalan 0,5 m, tulangan yang digunakan D22-180.

Baca juga : Download Prograxm Excel Perencanaan Pondasi Footplat

kolom balok gedung walet

kolom balok gedung walet

pelat gedung walet

pelat gedung walet

detail tulangan sloof kolom balok

detail tulangan sloof kolom balok

Ingin tahu cara membuat gambar kerja strutkur diatas? kunjungi: Video Tutorial Pembuatan Gambar Struktural dengan AutoCAD

Mau Menggunakan jasa kami dalam mendesain gedung walet? segera WA 081328784647

Share

Related Post Category:

Related Post Tag:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *